Saturday, 2 July 2016

Candi Penampihan


              Candi penampihan terletak di desa Geger kec. Sendang kab. Tulungagung. Berada di lereng gunung wilis. Candi ini adalah candi peninggalan Mataram Kuno pada tahun 898 masehi.
              Sejarah candi,Penampihan berasal dari kata “Tampik” bahas Indonesianya adalah di “tolak”, dari Legenda yang adadiceritakan bahwa ada pembesar dari kota ponorogo yang bermaksud untuk melamar dan menikahi putri  yang berasal dari kerajaan kadiri yang bernama Dewi Kilisuci yang beparas cantik dan mempesona, jika ada laki-laki yang memandangnya pasti langsung jatuh hati kepadannya.
              Pembesar dari wilayah ponorogo beserta rombonganya berangkat menuju ke kerajaan Kediri, lengkap dengan keperluan pernikahan. Sang pembesar ponorogo tadi menyuruh kurinya menyampaikan maksud dan tujuan datang ke kerajaan Kediri yaitu untuk menikahi dewi kilisuci, tetapi dewi kilisuci menolak. Sehingga mengakibatkan pembesar dari ponorogo malu dan enggan kembali ke daerahnya. Pembesar tersebut.
              Pembesar itu singgah di kaki gunung wilis dan membagun tempat suci atau candi serta menghabiskan hari-harinya di candi, melihat bangunan candi itu dalam kondisi dimabuk asmara maka candi itu dinamakan candi “ asmara bagun” di saat pendirian bangunan candi tesebut diadakanya pagelaran wayang kulit semalam suntuk, candi itu digunakan sebagai tempat pemujaan.
              Candi penamian terdiri dari 3 teras, teras pertama yaitu teras yang berada di bagian bawah sendiri, di teras ini terdapat prasasti trinulad, prasasti ini bertulikan dengan bahasa jawa kuno dan tertera tahun 820 casta / 890 masehi. Prasasti ini dinamakan trinulad karena merupaka salinan prasastiyang pembuatanya lebih ditekankan pada unsur legitimasi seorang penguasa atau raja
            Prasasti tersebut menyebutkan seorang raja putrid an menyebutkan nama mahesa lalatan. Kemudian di bawahnya terdapat bangunan seperti altar yang disusun dari batuan andesit berbentuk lonjong. Di depan prasati terdapat arca Bima yang sekarang tidak ada kepalanya, karean ulah tngan jahil, dan terdapat dua buah arca tokoh wanita serta sebuah bola batu yang sekarang tidak ada di lokasi, d teras pertama terdapat pula dprasati yang di pahat di atas lempengan tembaga yang dikenal sebagai prasasti sawardhama yang bertuliskan 1191 c dan dikeluarkan pada tahun 1269 dan dapat diketahui bahwa candi penampihan berhubungan dengan tokoh kertanegara/ tokoh yang menghidupkan kembali upacara agama yang mati.

              Pada bagian atas candi induk terdapat sepasang arca naga bermahkota, kepala garuda, sepasang kera, di depan candi induk terdapat retjo pentung juala pala. Di sebelah kiri candi terdapat terdapat sebuah relief hewan seperti kodok, celeng, macan dll. Dan relief yang menggambarkan tiga gajah untuk membajak. Tetapi relief ini sudah berada di museum trowulan  mojokerto. dan batu bata sebagai tulisannya.